September 13, 2012

Waspada Permen YABA

penampakan permen YABA menurut edaran yg Ahjumma terima
Ahjumma mendapat edaran seperti ini :
Hati2 bagi BBMers baik untuk pribadi maupun keluarga, apalagi yang mempunyai anak2 yang masih bersekolah...
Sekarang ini terindikasi sudah beredarnya jenis narkoba baru di Indonesia/Jakarta yang berasal dari Thailand-Laos-Birma melalui Malaysia yg dikenal dgn nama YABA (Thailand: Crazy Medicine/Obat Gila).
Bentuk spt penghapus diujung pensil, agak lembut dan manis dgn aneka rasa spt strawberry, jeruk, vanila dsb dan berwarna merah, hijau, kuning dsb. Harga yang cenderung murah kiranya dapat terjangkau dgn uang jajan sekolah, akan tetapi efeknya lebih dasyat dari pil extasy. Pd saat ini pil2 setan tsb terkemas dlm kotak kecil yang berisi 3 pil/permen Yaba yang apabila dimakan 1-2 butir tdk ada reaksi apa2 namun setelah makan butir yang ke 3 maka efeknya peminum/pemakannya akan merasakan halusinasi dan tidak merasa capai sama sekali.. Akan tetapi setelah efek pengaruhnya hilang, si pemakai akan sakit dan kemungkinan besar bisa menemui ajal.
Yang dikhawatirkan penjualannya melalui pedagang2 keliling yang mangkal di sekolah2.
Selamatkan Anak-anak dan Generasi Bangsa kita dari pengaruh obat2an setan dengan menyebarkan Pesan ini baik melalui BBM, Facebook, Twitter ataupun SMS... Terima kasih atas kerja-samanya

NB : berita ada di Koran Analisa (Medan) tgl 12 Sept 2012 halaman 12.
begitu juga yang Ahjumma dapatkan dari http://dcputranto.blogspot.com

dan ternyata metrotvnews pun melansir berita seperti ini : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/09/11/105638/Awas-Pil-Narkoba-Baru-asal-Myanmar-Beredar!

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri mewaspadai penyelundupan narkoba baru jenis pil asal Myanmar. "Informasinya dari Polis Diraja Malaysia terkait adanya peredaran narkoba baru jenis pil bernama Yaba-Yaba," kata Direktur IV Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Arman Depari di Jakarta, Selasa (11/9).

Arman mengungkapkan hal tersebut pada pertemuan Bilateral ke-7 antara Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotika Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM) di Ancol, Jakarta Utara.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, Commissioner Police YDH Datuk Noor Rashid bin Ibrahim, Deputy Commissioner of Police YDH Dato Haris Wong bin Abdullah dan beberapa delegasi dari Malaysia, serta para Direktur Reserse Narkoba Polda se-Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Polis Diraja Malaysia, pil Yaba berharga murah. Tidak menutup kemungkinan bisa beredar di Indonesia. Arman mengaku belum mengetahui secara pasti narkoba jenis baru tersebut. Namun pil Yaba telah beredar di Malaysia berdasarkan pengungkapan dari Polis Diraja Malaysia.

Commissioner Police YDH Datuk Noor Rashid bin Ibrahim menjelaskan penyelundupan dan peredaran narkoba semakin maju di Malaysia. Datuk Rashid mengungkapkan pil Yaba terdiri dari tiga butir dalam satu sachet, apabila pengguna narkoba mengkonsumsi dua butir, maka tidak akan menimbulkan efek mabuk.

Namun, jika pemakai mengkonsumsi tiga butir secara bersamaan, maka efeknya seperti menggunakan pil ekstasi. Datuk Rashid belum dapat memastikan kandungan pil Yaba, namun pihak Polis Diraja Malaysia sedang menguji kandungan narkoba asal Myanmar itu.

Beberapa waktu lalu, petugas Polis Diraja Malaysia menemukan sekitar 500 butir Yaba di wilayah Kedah yang berbatasan dengan Pulau Pinang dan tempat pelabuhan sandar kapal dari Myanmar. Datuk Rashid menduga pil Yaba diedarkan di daerah Kedah, karena banyak warga Myanmar yang bekerja di tempat tersebut.(Ant/BEY)
Ahjumma sebagai orang tua yang bekerja seharian, tentu saja menjadi paranoid dengan pemberitaan seperti ini, apa yang anak beli di sekolahan atau di warung tetangga, Ahjumma kan tidak tahu. Ahjumma hanya bisa menitipkan pada saudara-saudara Ahjumma yang ada di rumah agar lebih selektif soal jajanan anak. Juga informasikan ke bu Guru di sekolahnya, supaya bisa bantu mengawasi penjual jajanan yang ada di sekolah anak.

Naudzubillah.. jangan sampe ketemu dengan permen semacam ini. Semoga aparat berwenang bisa ikut mengawasi juga peredaran nya di pasaran, BPPOM misalnya? atau LSM Lembaga Kepuasan Konsumen? dan Aparat kepolisian juga Ahjumma harap semakin waspada dengan penyelundupan barang seperti ini. Karena sasarannya bukan main-main .. Anak-anak .. :(

No comments:

Post a Comment